Hal-Hal yang Mengusikku saat Membaca Bab 4 Novel Ringan Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian Jilid 1

PERINGATAN: Postingan ini mungkin berisi spoiler.

Halo! Aku menulis postingan ini pagi jam 6-an, seharusnya bisa lebih awal lagi kalau aku tidak kebablasan menggulir media sosial …. Memang media sosial ini sepertinya harus mulai kubatasi, deh. Dalam berbagai skenario, cuma ini yang bikin apa-apa jadi ngaret.

Yah, semoga masih sempat aku menulis semua hal yang kutandai pada bab ini sebelum aku bersiap-siap berangkat kerja.


“Ia sangat paham bahwa kecantikan adalah salah satu hal yang penting dalam berinteraksi dengan orang lain juga rajin mempercantik diri.”

Kalimat ini cukup mengganjal, karena tidak ada kata hubung atau mungkin tanda koma di sana, ini seperti dua pernyataan yang dipaksa menjadi satu kalimat.

Aku sulit mengira-ngira bentuk kalimat yang benar seperti apa, karena kemungkinan kalimat yang kubuat seperti “… berinteraksi dengan orang lain, ia juga rajin mempercantik diri.” juga terasa masih belum pas.

Mungkin ini adalah tipo yang lebih dari satu kata atau sejenisnya, aku kurang tahu soal itu.


“Pemuda itu membalas pertanyaan Alisa sambil lalu, kemudian menatap beberapa dokumen yang ia bawa.”

Ini juga kesalahan bentuk kalimat yang mirip-mirip dengan sebelumnya, sepertinya penerjemah atau editornya mencoba membuat bentuk kalimat yang baru tapi belum sempat menyelesaikannya.

Mungkin kalimat yang ingin dicapai adalah “Pemuda itu membalas pertanyaan Alisa sambil menatap beberapa dokumen yang ia bawa.” atau “Pemuda itu membalas pertanyaan Alisa, kemudian menatap beberapa dokumen yang ia bawa.”


“… memonyongkan bibir bawahnya,”

Memonyongkan, sih, aku mengetahuinya, yaitu gerakan memoncongkan bibir seperti mau mencium, tapi kalau bibir bawah doang jadinya seperti apa? Nah, setelah kucari tahu itu ternyata ekspresinya seperti pada orang yang menahan marah, orang yang tidak terima dan ingin membantah tapi tidak berani atau tidak punya argumen, atau orang yang ingin menangis.

Kukira ini hal yang kurang lazim, tapi ternyata cukup umum.


“Sambil membusungkan dadanya yang besar, Maria …”

Kalimat ini tak ada yang salah, sih, cuma kenapa harus ditulis seperti itu juga wkwkkw. Yah, mungkin karena mengikuti kalimat aslinya, dan karena aku sudah lihat animenya jadi sudah tahu visual karakternya, tapi tanpa lihat animenya pun di novelnya juga ada ilustrasi dari Maria.

Jadi cukup berlebihan kalau pakai ditulis “yang besar” segala, tapi, ya, sudah, lah, wkwkw.


Itu saja untuk bab kali ini, dan kebetulan sudah saatnya aku bersiap-siap. Baiklah, sampai jumpa di bab berikutnya!

Rokhiq · · ACG, Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian, dan Hal-Hal yang Mengusik saat Membaca Novel Ringan
This work is licensed under CC BY-NC-SA 4.0