Hal-Hal yang Mengusikku saat Membaca Bab 3 Novel Ringan Alya Sometimes Hides Her Feelings in Russian Jilid 1
PERINGATAN: Postingan ini mungkin berisi spoiler.
Baru sampai di bab 3 tapi aku sudah malas untuk menulis ini wkwkkw. Memang ini bukan tugas yang berat, seberat meringkas alur cerita kemarin, sih—yang ku-take-down karena isinya terlalu menjelaskan alur ceritanya.
Mungkin butuh lebih banyak semangat dan mengurangi menggulir media sosial dapat membantu, setidaknya itu yang perlu kulakukan!
“Bukan! Justru aku memang salah satunya!”
Aku bingung dengan maksud dialog ini, sebagai konteks, ini adalah saat Alya menggoda Masachika yang telah mengambilkan kaus kakinya dan kemudian menyuruh Masachika untuk memakaikannya sekalian. Alya mengira ini akan membuat Masachika senang tapi Masachika menepis kalau yang senang dengan ini hanya orang tertentu, lalu Alya menjawab “Hm? Jadi, kau bukan salah satunya? “ dan Masachika menjawab dengan dialog yang di atas.
Jadi ini maksudnya Masachika salah satu orang yang suka beginian atau tidak? Kalau termasuk yang suka kenapa kelanjutannya dia ingin kabur dari situasi tersebut? Aku tak paham, tapi aku akan menganggap tidak suka berdasarkan tulisan selanjutnya.
“… jadi Alisa ia mungkin …”
Ini sepertinya ada sedikit plin-plan mau pake subjek nama atau bukan, dan lupa untuk memilhnya wkwkwk. Ini muncul pada halaman 71.
“… Masachika meringkukkan tubuhnya ke samping sambil memegang kepalanya.”
Ini posisinya seperti apa, sih? Terkapar di lantai lalu meringkukkan tubuh sambil memegang kepala itu seperti apa? Meringkuk kan melipat lutut mendekati dada sambil diikat tangan, lalu ini sambil pegang kepala? Kayaknya gak lazim, deh, ini. Namun entahlah, kalau disuruh mengandaikan postur ini aku memang cukup lemah wkwkw.
“Mengentak-ngentak”
Aku hanya menerka-nerka saat membaca kata ini dan mengaitkannya dengan kata “menghentak-hentak”, tapi ternyata “menghentak” adalah bentuk tidak baku dari “mengentak”. Yah, tidak jauh, lah melesetnya.
“Antelop”
Kukira antelop itu semacam kecebong atau apalah gitu, ternyata antelop adalah mamalia yang bentuknya mirip rusa. Aku baru tahu hewan ini ….
“Entahlah? Dia teriak dalam bahasa Rusia, jadi aku tidak tahu.”
Aku terkadang masih bingung dengan format kalimat seperti ini dan selalu mengira seperti balik nanya ke orang pertama, padahal yang tahu atau tidaknya kan dirinya sendiri.
Misal contoh “Aku gak tahu, mungkin dia blablabla” dan “Aku gak tahu? Mungkin dia blablabla”, kan kalau begini seolah malah menanyakan hal yang tak diketahui si orang pertama.
Entahlah, aku masih tak tahu format kalimat ini, akan kupelajari lagi. Namun, sejauh yang kutahu, ini adalah cara untuk mengggambarkan ekspresi pembicara dalam novel yang sedang kurang yakin.
“Setelah seluruh murid di kelas memberikan salam yang biasa. Akan tetapi, hal itu terasa tidak biasa bagi guru yang akan mengajar. Pelajaran pun dilanjutkan.”
Kalimat ini cukup membingungkan karena aku tak menemukan nada baca yang pas saat membaca ini. Kayak aneh tiba-tiba ada titik di kalimat yang terasa belum seharusnya berhenti.
Namun, kutebak ini miss di kata “setelah”, sepertinya yang benar adalah kata “setelahnya”, dengan membacanya menggunakan kata “setelahnya”, kalimatnya jadi lebih masuk akal.
Baiklah, itu saja untuk bab kali ini, sebenarnya ada beberapa yang kulewatkan karena menurutku cukup nanggung, antara paham dan tidak paham, tapi semenjak di novelnya sendiri cukup dijelaskan, jadinya tidak kumasukkan.
Oke, lah, sampai jumpa di bab selanjutnya!