Orang Kebal Beberan
Hari itu, aku memosting sesuatu di Threads tentang anime yang tak kurang jelas alur ceritanya atau seperti belum diceritakan latar belakang kenapa hal itu bisa terjadi dan aku menyebutnya plot hole dalam animenya.
Lalu di kolom komentar ada yang menanggapi kalau itu bukan plot hole melainkan bisa saja itu untold story di animenya. Dari situ aku terus menanggapinya dan dia lanjut menanggapiku, hingga akhirnya adu mulut kami berakhir pada bahasan spoiler. Katanya beberan tidak bisa dianggap bebebran kalau ternyata orang yang diberi beberan tidak lanjut menyimak isi ceritanya. Apa memang begitu?
Apa Kau Benci Beberan?
Kalau menurut definisi, spoiler–atau dalam bahasa Indonesia disebut beberan–adalah kegiatan membocorkan isi cerita baik berupa tulisan maupun lisan yang dapat menimbulkan berkurangnya pengalaman menikmati isi cerita karena korban mengetahui isi cerita akan menjadi seperti apa.
Mungkin secara pengalaman orang yang terkena beberan tidak terpengaruh apa pun, tapi secara definisi orang itu tetap terkena beberan. Mungkin untuk saat ini korban beberan itu tidak mau melanjutkan isi ceritanya, tapi bisa beberapa hari, bulan, atau tahun ke depan ia melanjutkan isi ceritanya, kan, tak ada yang tahu.
Aku sendiri juga merasakan pengalaman yang kurang maksimal saat sudah mengetahui alur cerita terlebih dahulu, misalnya dari cerita anime lalu menyimak cerita yang sama dari media lain seperti manga atau novel. Rasanya kurang menyenangkan karena seluruh alur ceritanya sudah bocor.
Dan khusus novel, dikasusku, karena kebanyakan isinya berupa teks, aku lebih banyak mengandalkan imajinasi yang dibentuk sendiri dari alur cerita yang dibaca, tapi karena sudah mengetahui alur ceritanya dari media lain, rasanya dunia yang mau dibangun menjadi berbenturan dengan dunia yang dibangun media lain–karena media lain biasanya melakukan adaptasi/improvisasi.
Jadi beberan menurutku adalah hal yang sangat kuhindari karena berdampak pada pengalamanku menikmati alur cerita. Namun ada sedikit paradoks yang kualami.
Karena aku benci beberan, aku jadi enggan untuk nimbrung dengan komunitas/forum yang membahas alur cerita yang kuikuti. Aku juga mau melihat reaksi orang-orang pada suatu adegan dalam cerita, tapi karena tak menutup kemungkinan akan terpapar beberan, aku jadi menahan diri.
Yang paling banyak muncul beberan–terutama di media sosial–adalah media anime. Jika kau pikir untuk segera menonton episode terbaru sesegera mungkin bisa menghilangkan efek terkena beberan, maka kau salah. Terkadang orang yang membaca sumber ceritanya (manga atau novel), membeberkan alur ceritanya di depan alur yang tayang di anime, jadinya, ya, jatuh ke lubang yang sama.
Orang Kebal Beberan?
Orang yang mengklaim bahwa dirinya itu kebal beberan itu benaran, nggak, sih? Secara pengalaman, tentu beberan tetap memengaruhi cara orang menikmati suatu cerita, dan memang ada sebagian orang yang tak terganggu akan hal itu, malahan dengan mengetahui beberan mereka bisa semakin fokus menyimak jalannnya cerita karena tak peduli lagi dengan akhir semenjak sudah mereka ketahui.
Namun, kalau menurutku, orang kebal beberan bukanlah orang yang kebal beberan, tapi hanya orang yang mampu memindahkan bobot beberan tersebut ke tempat lain. Jadi alih-alih terganggu dengan beberan, mereka mengonversinya menjadi hal atau tindakan lain.
Dari sana, aku membagi orang kebal beberan menjadi dua jenis:
Orang yang Masa Bodoh
Aku pernah menjumpai orang yang malah sengaja mencaritahu beberan seperti bertanya banyak hal langsung pada orang yang pernah mengikuti suatu cerita. Bertanya banyak hal sepanjang cerita tersebut hingga akhirnya mencoba menyimak ceritanya sendiri.
Namun kalau berkaca ke diriku sendiri, kurasa aku juga pernah melakukannya, deh. Seperti menonton suatu alur cerita anime terlebih dahulu karena kupikir aku takkan pernah menonton anime itu secara lengkap tapi berujung menonton semuanya karena kurang puas, tapi semua itu terlambat semenjak aku sudah mengetahui jalan ceritanya, pada akhirnya aku tetap tidak puas karena rasanya sudah hilang, dan akhirnya menyesal.
Kalau aku sama ratakan, orang kebal beberan ini adalah orang yang dari awal tidak berniat mengikuti atau menikmati alur ceritanya.
Orang yang Mencari Atensi
Orang seperti ini pada dasarnya hanya orang yang mencari sensasi dan haus akan pujian atau amukan. Ingin semua orang tahu bahwa dirinya lebih tahu dari siapa pun yang baru mulai menyimak ceritanya, padahal itu sama sekali tidak keren.
Akhir
Mau bagaimana pun, ya, setiap orang bebas membicarakan apa pun, terutama media sosial yang tak mungkin bisa dikontrol begitu saja supaya berhenti melakukan beberan.
Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah tidak mengikuti komunitas/forum, berhenti mengikuti media yang membocorkan alur cerita, dan sebisa mungkin tidak melihat postingan tentang cerita yang sedang diikuti.