Memang berasa bedanya terjemahan dari AI dan terjemahan dari manusia. Meski AI bisa dibilang tak salah dalam menerjemahkan, tapi terjemahan AI terlalu kaku, dan bagian nyebelinnya, CPS-nya—atau Character Per Second—hasil terjemahan AI terlalu tinggi, jadi belum selesai dibaca semua sudah pindah baris takarir, dan sialnya takarir Indonesia di Crunchyroll rata-rata seperti itu—setidaknya yang kutemui.

Untung anime yang satu ini, Kuranika, diterjemahkan oleh manusia di platform Crunchyroll. Aku sungguh bersyukur dan berterima kasih sekali pada jajaran penerjemah anime ini. Namun sangat disayangkan, anime yang kutonton lainnya, sepertinya misalnya Ototen S2 digarap oleh AI ….