• Kayaknya nitip host bot di komputer orang bukan ide yang bagus, deh.

    Untuk sekarang, sih, masih aman karena kebanyakan di sana sepertinya tidak paham koding—aku sendiri juga gak paham, sih, kalau gak ada AI wkwkw, tapi kalau suatu saat ada orang yang pandai, kan, bisa jadi bencana untukku. Entar malah di-reverse engginering bubar bot telegramku ini wkwkw.

    Makanya, aku hapus itu skripnya dan mending host di laptopku sendiri aja.

  • Pada hari ini, 2 tahun yang lalu, anime Alya-san tayang

  • Wih, Reddit sudah tidak diblokir lagi di Indonesia!

  • Kenapa, ya, orang yang gaptek terkadang punya perangkat yang berspesifikasi tinggi, sementara orang yang setidaknya lebih mengerti terkadang malah punya perangkat apa adanya? Ini hanaya pikiran jelek dan rasa iriku doang kali, ya? Wkwkw, astaga.

  • Aku malah tergila-gila bikin konstelasi di Obsidian wkwkw.

  • Aku baru menemukan “mainan” baru lagi! Yaitu mengintegrasikan AI ke Obsidian.

    Menurutku dengan kehadiran AI di sini cukup membantuku brainstroming, meringkas, dan menemukan catatan yang pernah kutulis. Namun perlu kuakui ini kurang privasi, sih, karena yang kupakai adalah model cloud punya, jadi isi catatan mau gak mau harus dikirim ke server Ollama untuk diproses AI agar dapat menjawab, aslinya aku juga punya model lokal, tapi mengingat spek laptopku yang bapuk, jadi hanya bisa pake model rendah.

    Meski begitu, aku cukup mempercayakan dataku pada Ollama yang menyatakan tidak menggunakan dataku untuk melatih AI maupun menyimpan data yang kukirim ke sana. Itu kebijakan yang baik, lah, setidaknya untuk sekarang.

  • Sedikit tambahan untuk DeepSeek.

    Kekurangannya yang lupa kusebut adalah dia terkadang merespon dalam bahasa Mandarin meski aku bertanya dalam bahasa Indonesia. Itu cukup menyebalkan, sih, karena harus memperingati dia untuk “jawab dalam bahasa Indonesia” agar dia mengganti bahasanya.

  • Dari beberapa AI yang kucoba (ChatGPT, Copilot, Claude, DeepSeek, dan Gemini, yang paling enak buat diajak mikir atau ngobrol santai tetep pake Claude.

    Ngobrol sama ChatGPT itu seperti ngajak debat, malah adu argumen. Entah ini sebenarnya baik atau tidak, tapi kurang oke, deh, buat orang yang gak terimaan.

    Copilot, sih, menurutku yang paling buruk di antara semua, dulu sempat jadi AI daily driver-ku, tapi sekarang sepertinya tidak bisa, deh. Kalau Copilot ini keluhannya selalu memberi semacam saran yang sebenarnya tak dibutuhkan, diakhir respon dia selalu menambahkan “Mau aku buatkan, jelaskan, dan lainnya” yang menurutku cukup risih, aku sudah coba untuk agar responnya tak menyertakan kalimat itu, tapi sepertinya tak digubris.

    Nah, untuk yang paling nyaman, sih, jatuh pada Claude, dia diajak ngobrol nyambung, dan ngasih idenya itu gak maksa kayak Copilot, cuma minusnya dia ada peak time-nya, jadi saat peak, penggunaan token meningkat yang membuat gampang limit.

    Nah yang terkeren dari semua AI menurutku adalah DeepSeek, dia ngajak ngobrol cukup oke, cuma minusnya gak ada fitur memori, sih, dia, jadi percakapan sebelumnya tak bisa menjadi referensi percakapan baru untuknya. Namun bukan itu, yang keren adalah dia punya context window yang besar banget, responnya bisa benar-benar panjang, jadi kalau kusuruh vibecoding, dia juaranya.

    Sementara Gemini, setingkat lebih rendah daripada DeepSeek untuk ngobrol, gak oke-oke banget, tapi setidaknya masih nyambung. Yang cukup mengganggu di Gemini adalah dia meniru ucapanku, semisal aku mengakhiri kata pake “wkwk, jir, cuy”, dia kopas dan menjadikannya awalan atau akhiran kalimat, yang jadinya cringe sendiri bacanya. Udah gitu, AI Gemini gak bisa di opt-out. Sebenarnya bisa, tapi semua percakapan lama jadi hilang dan percakapan baru takkan tersimpan.

    Semua ini kutes dalam versi gratis, ya. Jadi semua model pake versi standar punya.

  • Aku bangun halaman Anime Hari Ini untuk menulusuri jadwal tayang musim ini, tayang perdana, dan tamatnya anime dari berbagai tahun pada hari ini—sori, gak jelas, tapi intinya gituah wkwk—serta aku juga rombak beranda coretan agar lebih rapi lagi.

    Semua dibangun mengandalkan AI—yah, vibecoding semua wkwkw. Namun, siapa sangka meski pakai bantuan AI, tak berasa untuk mencapai apa yang kuinginkan butuh waktu semalaman.

    Ngoding gini saja selama itukah? Apa jadinya kalau tak ada AI? Mungkin butuh beberapa hari. Atau malah lebih cepet kalau orangnya jago?

  • Sudah kusangka sebaiknya beli buku yang umumnya saja, yang kubeli ini alih-alih mempelajari, malah isinya seperti hafalan.