Takarir yang Diterjemahkan oleh AI di Crunchyroll itu Menyebalkan

ⒸTakibi Amamori/Shogakukan/Losing Heroine Cheering Committee
Teknologi yang makin berkembang memang seru, rasanya seperti semakin dimudahkan, tapi teknologi yang baru ada lalu diterapkan secara masif untuk menggantikan tenaga yang sudah berpengalaman adalah sebuah bencana.
Salah satunya terjadi pada platform Crunchyroll. Pada Februari 2024, CEO Crunchyroll mengumumkan akan menggunakan AI generatif pada takarirnya demi mempercepat proses penerjemahan dan untuk memerangi pembajakan.1
Banyak kontroversi yang terjadi sejak saat itu, mulai dari terjemahan yang berantakan, tak profesional, hingga bagian terparahnya, pada takarir berbahasa Jerman, ada tulisan “ChatGPT Said” yang mengindikasikan mereka tak memikirkan kualitas takarir dan banyak membuat orang marah. Ujungnya, Crunchyroll membantah dengan mengatakan penggunaan takarir AI itu adalah pelanggaran yang dilakukan vendor pihak ketiga yang bekerjasama dengan mereka.2
Namun, sepertinya praktik menggunakan AI untuk takarir terus berlanjut, hingga saat ini, aku masih menjumpai takarir yang blibet, tak konsisten, dan memiliki CPS—Character Per Second—yang tinggi. Imbasnya adalah pada pengalaman menonton yang menjadi tak menyenangkan dan pada akhirnya hanya membuat bingung.
Seperti misalnya dari anime You And I Are Polar Opposites, aku malah lebih mudah menangkap maksud percakapan dengan bahasa Inggris yang diterjemahkan manusia daripada takarir bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh AI.

©Kocha Agasawa/SHUEISHA, You and I Are Polar Opposites Committee
Aku memang lebih suka menonton menggunakan takarir Inggris bila bertemu takarir yang menggunakan AI, tapi mau nonton menggunakan takarir Inggris, level Inggrisku hanya sebatas pas-pasan, kalau ketemu kosakata langka, kuno, lokalisasi, atau mungkin penjelasan yang kompleks, aku bakal langsung bingung dan harus bolak-balik buka aplikasi penerjemah.
Jadi, ya, bagiku ujung-ujungnya sama-sama bikin bingung dan tak puas, terkadang aku harus menonton berulang kali dalam takarir bahasa Indonesia dan bahasa Inggris agar bisa merasa mengerti alur ceritanya.
View on Threads
Aku bukannya membenci AI, sepertinya setiap hari aku menggunakan AI, entah untuk membantu mencarikan sumber, menuliskan kode, atau sekadar berkeluh kesah.
Namun alangkah baiknya hasil AI itu diperiksa kembali agar menjadi lebih masuk akal, ada yang namanya MTPE—Machine Translation Post-Editing, yaitu proses memoles hasil generatif AI agar menjadi lebih akurat dan konsisten.
Meski sudah beberapa tahun penggunaan AI untuk takarir, sepertinya Crunchyroll belum berminat menggunakan sistem MTPE ini—setidaknya dari anime yang kutonton.
Catatan Kaki