Kenapa Alur Cerita Anime Gitu-Gitu Aja?

Mungkin kau menyadari sebagian anime akhir-akhir ini plotnya menggunakan format yang sama, seperti: Cerita isekai, balas dendam, diusir dari party, pura-pura lemah padahal OP, reinkarnasi raja iblis, dan lain sebagainya. Anime-anime dengan format cerita seperti itu terus bermunculan, hingga terasa ceritanya sama, cuma karakternya yang berbeda.

Hal tersebut terjadi karena berbagai faktor, tapi ada dua hal pasti yang sepertinya menjadi pemicu semua ini, yaitu: Pengarang cerita adalah novelis pemula dan demand yang tinggi dari alur cerita seperti itu.

Pengarang Cerita adalah Novelis Pemula

Banyak studio animasi mengadaptasi cerita dari situs Shousetsuka ni Narou—atau dalam bahasa Indonesia diartikan: Mari Menjadi Novelis—yang merupakan tempat para novelis merintis. Melihat kesuksesan pendahulu yang menggunakan format seperti itu, penulis yang baru terjun akhirnya mengikuti jejaknya dan menulis cerita dengan format serupa, lalu siklus itu terus berulang.

Namun, bukan berarti novelis pemula hanya akan menulis cerita templat, ada banyak karya novelis yang memulai dari situs Shousetsuka ni Narou punya karya orisinil dan menarik, jadi semua kembali lagi pada novelisnya.

Demand yang Tinggi

Aku tak tahu siapa yang akan terus menonton cerita templat seperti itu terus-menerus, tapi yang pasti ada saja orang yang menontonnya dan jumlahnya cukup banyak hingga sampai pihak studio terus mengadaptasi cerita templat itu karena memang sangat populer.

Pada Akhirnya ….

Entah akankah siklus seperti ini bisa berakhir mengingat semua ini sudah seperti menjadi lingkaran setan. Namun, mau bagaimana pun, itu tidak masalah selama tak merugikan siapa pun, setiap orang pasti punya selera masing-masing.

Rokhiq · · ACG dan Bacotan
This work is licensed under CC BY-NC-SA 4.0